Contoh Ceramah Islami tentang Sabar

Selamat datang para pengunjung yang kami hormati.
Ceramah Islami yang akan disampaikan pada tulisan topiknya tentang kesabaran dengan judul seperti dapat Bapak lihat di atas.

Ceramah ini dapat Anda jadikan bahan materi yang akan disampaikan dalam acara apa pun dengan nuansa Islami seperti pengajian, kultum, dan lain sebagainya.

Berikut ini contoh ceramahnya.

Pembukaan atau mukadimah dalam bahasa arab yang ditulis latin:

Bismillahirahmaanirrahiim.. Assalamu alaikum wr., wb.,
Alhamdulillahi rabbil 'alamiin. Wa bihii nasta'iinu 'alaa umuri dunya waddiin. Wa 'alaa aalihii wa ashhabihi ajma'iin.

Qolallohu ta'aala fil quranil kariim, audzubillahi minasysyaithoonirrojiim:

Innallaha ma'a ashshoobiriin. Al ayat.

Hadirin yang mengharapkan ridho Allah. Pertama-tama, mari kita panjatkan puji serta syukur ke hadirat Allah SWT. Atas berkah dan Rahmat Nya, kita masih diberikan nikmat sehat jasmani dan rohani.

Tidak lupa juga, shalawat serta salam, semoga tetap dicurah-limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya, para tabi'in, dan semoga sampai kepada kita selaku umatnya.


Inti ceramah:

Hadirin yang mengharapkan ridho Allah.

Di antara kita yang hadir di sini pasti pernah memiliki sebuah keinginan besar yang tidak atau belum tercapai. Benar?

Saya pun sama demikian.

Adakalanya hidup ini tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Harapan yang kita miliki dari dahulu mungkin belum tercapai juga hingga saat ini.

Anda yang profesi nya sebagai pebisnis mungkin pernah memiliki konsep yang diyakini akan mendatangkan keuntungan besar, namun kenyataannya malah menjadi rugi.

Semua itu merupakan cobaan atau ujian dari Allah bagi kita. Ujian itu akan berhasil ketika kita dapat melewati masa sulit yang sedang dihadapi.

Bagi kita umat muslim yang yakin dengan adanya qodho dan qadhar dari Allah, maka kita tidak akan pernah putus asa ketika menemukan kegagalan, karena kita yakin bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Logika sederhananya bisa Anda lihat bukit. Ketika kita mendaki bukit tentunya lelah akan kita rasakan karena medannya yang menanjak. Tapi, setelah tanjakan itu, apa yang akan kita temukan?

Ya, setelah itu kita akan menemukan jalan yang datar. Begitu juga dengan perjuangan hidup ini. Kadang ada saat di mana kita berjaya, dan ada juga saat di mana kita ada dalam kesulitan.

Hakikatnya, jaya atau pun susah itu merupakan ujian. Ketika jaya, kita diuji dengan kesenangan. Apakah dengan kesenangan itu kita akan bersyukur, atau malah sebaliknya. Begitu juga ketika kita sedang dalam masa sulit. Akankah kita bersabar atau justru sebaliknya.

Dalam muqadimah tadi, saya telah membacakan salah satu potongan ayat suci Al Quran surat Al-Baqarah ayat 153 yang berbunyi: "Innallaha ma'ashshoobiriin". Artinya: "Bahwa sesungguhnya Allah selalu menyertai orang-orang yang sabar".

Sabar merupakan kata yang berasal dari bahasa arab "Ash-shabrun". Sabar dapat kita artikan sebagai suatu sikap istiqamah dalam kebaikan. Artinya, orang yang memiliki sikap sabar yaitu orang yang dapat konsisten untuk tetap berada di jalan yang benar serta mampu menahan dirinya dari perbuatan yang bisa menjadikannya "terjerumus".

Sabar bukan berarti kita diam dan hanya menyerahkan semuanya kepada Allah. Karena dalam surat yang lain Allah berfirman, yang artinya: Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali ia yang mengubah dirinya sendiri.

Artinya ketika kita sedang diuji dengan kesulitan, maka kita pun wajib untuk tawakal. Tawakal maksudnya yaitu berusaha untuk memperbaiki keadaan (ikhtiar).

Janji Allah dalam surat Al-Baqarah di atas telah jelas, bahwa Dia akan selalu bersama dengan orang yang sabar.

Barang siapa yang dapat bersabar (istiqamah dalam kebenaran) niscaya ketaqwaannya akan meningkat, dan Allah pun akan menambah kebahagiaan dan mengganti kesulitan yang dihadapinya dengan kemudahan.

Semoga kita tergolong ke dalam orang-orang sabar yang selalui disertai oleh Allah SWT.


Penutup:

Semoga di pertemuan kita kali ini dapat menambah ilmu dan ketaqwaan kita, sehingga kita mendapatkan ridho dari Nya.

Pembahasan ini kita akhiri sampai di sini.
Mohon maaf apabila ada salah kata dari lisan ini.

Billahi taufik walhidayah. Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Contoh Ceramah Islami tentang Sabar"

Post a Comment