Tips Lengkap untuk Berpidato

Halo sahabat Pidato ID. Berpidato itu tidak bisa dianggap enteng. Buktinya, banyak orang yang mengikuti kursus karena ingin mahir dalam berpidato. Tapi, tenang saja sahabatku, di sini saya tidak membuka les private pidato, melainkan hanya sekadar berbagi tips lengkap untuk berpidato.

Tips ini sengaja saya tulis dengan harapan dapat membantu semua sahabat yang sedang online di situs ini. Tips pidato saya bagi menjadi 3 bagian, yakni persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Niat saya hanya membantu dan tidak ada maksud untuk menggurui rekan-rekan sedikit pun.

Selengkapnya, tips dapat dibaca di bawah.

Tips lengkap untuk Berpidato

Tips Persiapan Pidato;

1. Memperbanyak baca

Pengetahuan kita akan bertambah kalau kita rajin membaca. Bila ingin menjadi orator yang pandai maka memperbanyak membaca buku tentang teknik berpidato dapat meningkatkan wawasan kita terkait hal tersebut. Selain menambah wawasan, kita juga dapat melihat karakter-karakter tulisan dan gaya bahasa yang biasa digunakan dalam berpidato.

Sementara itu, membaca sebaiknya tidak terbatas pada buku saja. Anda juga boleh membaca majalah dan koran bila di sana terdapat informasi baru yang sesuai dengan topik pidato yang akan Anda sampaikan.


2. Mempersiapkan Naskah dengan baik

Setelah Anda mendapatkan pengetahuan yang cukup dari berbagai sumber informasi, langkah selanjutnya adalah menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan. Naskah pidato yang Anda buat tidak harus panjang. Berdasarkan pengalaman yang saya alami, berpidato menggunakan naskah yang terlalu panjang justru dapat menimbulkan rasa jenuh. Pendengar akan lebih menyukai pidato yang singkat dan jelas.

Dalam membuat naskah pidato sebaiknya Anda menggunakan kata atau kalimat baku sesuai ejaan yang disempurnakan (EYD). Akan lebih baik apabila Anda menyusun kalimat sendiri, sehingga Anda memiliki ciri khas (karakter) yang berbeda dari orang lain.

Pidato akan lebih menarik perhatian pendengar apabila isinya relevan dengan kejadian yang masih hangat diperbincangkan. Ini akan menjadi pengalaman berharga untuk audiens bila Anda menyadarinya. Maka dari itu, menyesuaikan antara topik dengan peristiwa terbaru akan menjadikan pidato Anda lebih hidup dan bermakna.

3. Menghafalkan Naskah Sampai Benar-benar Bisa

Menghafalkan naskah pidato merupakan cara yang sering digunakan oleh orator yang menggunakan metode memoriter. Metode ini biasa hanya dilakukan oleh orator yang ingatannya kuat. Menurut saya metode memoriter bisa dibilang sulit, terutama kalau ingatan kita terbatas. Namun, bila memang sudah terbiasa menghafal, Anda bisa mencobanya.

Jujur, saya lebih senang berpidato menggunakan metode ekstemporan. Ketika ingin menggunakan metode ekstemporan, kita harus membuat konsep yang berisi poin-poin penting dari pidato yang akan kita sampaikan. Jadi, kita tidak sepenuhnya menghafalkan naskah, melainkan garis-garis besarnya saja.


4. Mencoba Latihan berbicara formal di depan orang lain
 
Bagi sebagian orang, berbicara formal itu tidak mudah, tetapi Anda mesti ingat bahwa dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. Sebenarnya untuk bisa berbicara dengan bahasa formal tidak begitu sulit. Kita hanya perlu sedikit membiasakan diri, dan lambat-laun pasti bisa.

Cobalah untuk mengajak satu orang dari teman Anda agar mau memperhatikan Anda saat berlatih pidato. Setelah lulus dari latihan tersebut, cobalah untuk menambah jumlah teman yang melihat Anda berpidato. Dari 1 orang menjadi 2, dari 2 menjadi 3, dan seterusnya sampai Anda benar-benar siap berbicara di hadapan banyak orang dengan bahasa yang formal.


5. Mencoba Berpikir Positif

Berpikir positif dapat menjadikan kita tenang. Bila hati kita tenang itu artinya saraf di otak kita bekerja dengan stabil. Sebenarnya, ini sangat dianjurkan oleh medis untuk semua orang termasuk kita yang akan berpidato. Maksudnya agar kita tidak stres. Mengapa? Ketika kita stres karena cemas, gelisah dan malu saat naik ke podium, saat itu pula kelenjar adrenal akan memproduksi hormon adrenalin secara berlebihan. Kejadian tersebut dapat memacu jantung berdetak lebih cepat dan menimbulkan getar pada suara kita saat berbicara. Itulah alasan mengapa kita harus berpikir positif sebelum berpidato.

Dengan berpikir positif kita akan terhindar dari grogi. Rasa grogi datang bukan hanya pada orang yang baru berpidato, melainkan juga kepada orator yang sudah terbiasa berbicara. Oleh sebab itu, kita harus yakin dan percaya dengan kemampuan yang kita miliki. Jadi, kita tidak perlu berkecil hati, apalagi sampai menganggap diri tidak mampu berpidato.


Tips Saat Sedang berpidato (pelaksanaan);

Apa saja yang harus dilakukan saat sedang berpidato? Berikut ini penjelasannya.

1. Mengatur sikap tubuh

Hal ini seringkali dianggap biasa, padahal dengan mengatur sikap tubuh saat berpidato dapat membuat kita percaya diri. Sikap tubuh yang baik ketika sedang pidato diantaranya yaitu berdiri tegak, wajah menghadap pada audiens, memegang microphone tidak terlalu dekat dengan mulut.
Tiga hal tersebut terdengar biasa-biasa saja, namun Anda bisa membuktikannya sendiri. Berdiri dengan tegak ketika berpidato dapat membuat kita merasa percaya diri dan Anda akan terlihat meyakinkan. Selain itu, dengan menyebar pandangan ke semua audiens ketika Anda berpidato dapat menambah keyakinan mereka bahwa Anda adalah orang yang sudah berpengalaman. Adapun dengan memegang microphone tidak terlalu dekat ketika berpidato, dapat memperjelas artikulasi Anda.


2. Mengatur Napas

Boleh percaya atau tidak, seseorang dapat mengulangi kata-kata yang kurang penting ketika tidak mengatur napas dengan baik. Mungkin Anda pernah mendengar orang yang berpidato sering mengeluarkan bunyi emmmh sampai beberapa kali saat ia berhenti atau lupa apa yang akan dibicarakan selanjutnya. Menurut saya itu adalah pengaruh dari pengaturan napas yang kurang baik.

Cobalah untuk bernapas dengan menghirup udara dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut. Berhenti sebentar, tarik napas dan mulailah untuk berbicara. Ini penting agar kita bisa berbicara dengan tenang. Ketenangan adalah hal penting kedua setelah Anda menguasai materi pidato.

Saat kita sedang menghirup napas, penting untuk kita menutup mulut dan menghentikan pidato sejenak. Kenapa? Ini untuk menghindari keluarnya bunyi emmmh saat sedang bernapas. Untuk yang berpidato mungkin tidak terlalu menyadarinya, tapi bagi mereka yang mendengarkan justru akan terdengar sangat jelas dan dapat mengganggu konsentrasi.

Dengan mengatur napas sebaik mungkin, kita dapat berpidato dengan tetap memperhatikan kaidah tanda baca koma ataupun titik. Dengan begitu, pidato yang kita sampaikan akan enak didengar.


3. Menyesuaikan mimik muka dengan Intonasi

Pidato merupakan seni berbicara. Di dalam berpidato kita harus menerapkan prinsip akting. Bila isi dari pidato tujuannya untuk membangkitkan semangat, akan baik kalau memperlihatkan mimik muka penuh semangat dan menggunakan intonasi yang tepat. Ini berlaku juga untuk ekspresi-ekspresi yang lain. Dengan menyesuaikan antara mimik muka dengan intonasi dapat menjadikan pidato kita terasa bernyawa. Dan yang paling penting selalu berusaha untuk tetap kontrol dan tidak berlebihan, karena terlihat natural itu lebih baik.


Tips dalam Mengevaluasi Pidato;

Saat kita berpidato dalam sebuah acara, sebaiknya ajaklah keluarga ataupun teman untuk ikut hadir menyaksikan acara tersebut. Cobalah untuk meminta pendapat mereka tentang pidato yang kita sampaikan setelah acara selesai. Bila perlu, catat setiap masukan yang mereka berikan. Menerima setiap masukan dari orang lain adalah sikap bijaksana yang mesti kita lakukan sebagai seorang orator. Bila masukan atau saran dari mereka ada yang kurang berkenan di hati, anggap saja itu sebagai motivasi untuk terus berjuang menjadi lebih baik. Itulah tips terakhir yang berperan sebagai bahan evaluasi untuk kita.

Hanya itu yang mampu saya berikan kepada semua sahabat pengunjung Pidato ID. Semoga tips pidato yang saya bahas ini bermanfaat. Tetap bersemangat dan semoga esok ataupun lusa Anda menjadi seorang yang piawai dalam berpidato.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tips Lengkap untuk Berpidato"

Post a Comment